Probiotik dan Bioaktivator

Probiotik Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada kesehatan pada manusia dan binatang, dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.. Probiotik yang efektif harus memenuhi beberapa kriteria : 1) memberikan efek yang menguntungkan pada host, 2) tidak patogenik dan tidak toksik, 3) mengandung sejumlah besar sel hidup, 4) mampu bertahan dan melakukan kegiatan metabolisme dalam usus, 5) tetap hidup selama dalam penyimpanan dan waktu digunakan, 6) mempunyai sifat sensori yang baik, 7) diisolasi dari host. Efek kesehatan yang menguntungkan dari probiotik adalah :1) memperbaiki keluhan malabsorsi laktosa, 2) meningkatkan ketahanan alami terhadap infeksi di usus, 3) supresi kanker, 4) mengurangi kadar kholesterol darah, 5) memperbaiki pencernaan, 6) stimulasi imunitas gastrointestinal. Prosedur Pembuatan Probiotik Asal Asinan Kubis Cara Kerja : Kubis dipotong tipis-tipis  sebanyak  2 Kg, Masukkan pada ember, tambahkan garam kasar (Grosok) sebanyak 5 %  dari bobot kubis (w/w) aduk rata, Taruh/beri beban diatas irisan kubis dengan air (airnya dimasukkan plastic/kresek) hingga permukaannya tertutup rapat, Ember ditutup dengan tutupnya.  Simpan selama 2 x 24 jam. Air yang diperoleh merupakan/digunakan sebagai probiotik dengan populasi antara 10-6 – 10-9sel/ml. Bioaktivator Limbah organik sebagian besar berasal dari masyarakat modern yaitu limbah perkotaan berupa limbah pasar, limbah pengolahan air, limbah dari sisa-sisa tanaman, sisa makanan, buah-buahan dan kotoran ternak.  Limbah tersebut sering menyebabkan masalah dan apabila dibuang kelingkungan tanpa pengolahan dapat menimbulkan masalah antara lain melepaskan mineral dan logam berat, serta zat berbau.  Masyarakat biasanya mengatasi hal tersebut hanya dengan membakar limbah dengan menggunakan insinerator, tetapi metode ini dapat menyebabkan polusi udara.  Alternatif yang tidak menimbulkan permasalahan adalah dengan 1) Memanfaatkan limbah sebagai bahan dasar untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme, 2) Memanfaatkan limbah dengan bantuan mikroorganisme untuk menghasilkan pupuk organik. Mikroorganisme yang terlibat di dalam proses pengolahan limbah peternakan antara lain  bakterifotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomycetes sp, dariactinomycetes lain dan ragi(yeast),campuran mikroorganisme tersebut biasa disebutbioactivator.  Bioactivator dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasi bahan organik menjadi pupuk yang berkualitas dengan kandungan N, P dan K yang tinggi.  Bioactivator dibuat dengan cara mencampurkan bahan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme, diantaranya yaitu bahan yang memiliki kandungan karbohidrat, air, vitamin dan mineral, kemudian bahan tersebut ditambah dengan air kelapa dan air gula untuk menambah nutrien yang tersedia dari bahan.  Buah-buahan yang tidak layak dikonsumsi memiliki kandungan nutisi yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme. Pembuatanbioactivator tersebut yaitu dengan memanfaatkan buah-buahan yang tidak layak konsumsi.  Dibutuhkan teknologi yang tepat supaya diperoleh bioactivator yang berkualitas.  Sari buah-buahan diantaranya yaitu bakterifotosintetik, Lactobacillus sp, Actinomycetes dan ragi (yeast) yang diharapkan mampu menghasilkan bakteri pengurai limbah sehingga mampu mempercepat proses dekomposisi. ProsedurPembuatan Bioaktivator 1.    Asal Akar Bambu Pembuatan media tumbuh 1.        10 gr akar bamboo direndam dalam 100 ml air matang selama 24 jam 2.        Media : 1 Liter air + 4% gula pasir + 2% terasi + 10% dedak + 1% penyedap rasa/ air kapur/ air kelapa/air leri (v/w) 3.        Alat : Wadah plastik/ botol, penyaring Cara kerja : 1.        Air dimasak hingga mendidih, masukkan semua bahan dan direbus selama 15 – 20 menit, angkat dan dinginkan 2.        Peras hasil rebusan dengan kain atau saringan, masukkan dalam tempat tertutup (drigen, ember, botol, dll). Masukkan isolat (hasil rendaman akar bambu). Tutup rapat, setiap 2 hari sekali diaduk/dikocok 3.        Inkubasi 7 – 15 hari (amati bau dan warna) 2.    Asal buah- buahan tidak layak konsumsi Pembuatan Inokulum : a.         Buah-buahan yang tidak layak konsumsi (nanas, jambu, belimbing) b.         Ekstrak air buah-buahan / peras buah-buahan tersebut saring, dan ambil airnya. c.         Campurkan air buah-buahan : air kelapa dan air gula dengan perbandingan 1 :1 : 1 d.        Masukkan dalam botol, inkubasikan selama 2 x 24 jam e.         Setiap hari kocok dan buang gas yang timbul.   3.    Asal cairan rumen, tanah, feses sapi a.         10 gr tanah, feses sapi/ 10 ml cairan rumen b.        Media : 1 Liter air + 4% gula pasir + 2% terasi + 10% dedak + 1% penyedap rasa/ air kapur/ air kelapa/air leri (v/w) c.         Masukkan pada alat : wadah plastik / botol penyaring d.        Tutup rapat, setiap 2 hari sekali diaduk/ dikocok e.         Inkubasi 7-15 hari (amati bau dan warna)
Share this: Twitter Facebook2 Loading…May 11, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: