MENUJU SEKOLAH TERAKREDITASI A++

Oleh ; SUHARYANTO
Akreditasi Sekolah menjadi batu uji penilaian kualitas suatu sekolah. Dahulu sekolah swasta sulit bersaing dengan sekolah negeri namun sekarang sekolah negeri tidak otomatis merupakan sekolah berstandar pelayanan dan mutu yang terjamin baik. Prosentase kelulusan dan nilai kelulusan siswa pun belum dipercaya sebagai cerminan sekolah hebat. Masih banyak tala ukur lainnya yang nantinya harus dipenuhi dan dijalankan agar secara nasional dan fair dinyatakan sekolah bagus yaitu akreditasinya A atau B.

Dari pengamatan di lapangan proses penilaian ditentukan oleh kualitas dan kejujuran penilai. Kejujuran sekolah juga dituntut dan itu tidak mudah karena setiap item yang dinilai harus ada programnya ada pelaksanaannya dan bukti fisik dokumennya. Tiga unsur itu tidak mungkin ada jika tidak dikerjakan alias hanya rekayasa. Dikerjakan pun jika tidak direncanakan maka itu tidak berarti, jadi harus ada perencanaan yang mendahuluinya dan jangan lupa bukti fisik berupa foto atau video dan dokumen administrasi pelaksanaanya.

Tim penilai menggunakan buku pedoman penilaian, akan bertanya dan sekaligus menilai sesuai kolom pertanyaan.
Contohnya : Adakah program keg silosial jika dijawab ada maka konsekuensinya mana tulisan berbunyi program kegiatan sosial. Diikuti oleh siapa saja dilaksanakan berapa kali, kapan saja berapa, mana laporan pelaksanaan kegiatan dan dokumen fotonya?.
Nah jawaban pertanyaan itu bisa ada program tetapi tudak dilaksanakan.
Ada program terlaksana tetapi tidak ada bukti fisik.
Ada peogram, terlaksana, san trrdapat laporan dan bukti visual, sempurna jika lengkap.

Mudahkah membuat rekayasa seperti itu ? tentu amat sulit dan yang tidak enak lagi adalah hanya sekedar sebagai formalitas saja. Yang terakhir itu jika terjadi maka sesungguhnya mereka tidak peduli dengan pendidkan.

Anda pasti tahu Sekolah punya Instrumen EDS (Evaluasi Diri Sekokah) yang isinya sama persis dengan item pertanyaan Tim Asesor. Yang mungkin anda tidak tahu adalah bagaimana cara sekolah memanfaatkan BUKU EDS.
Buku EDS bisa dianggap sebagai tala ukur. Seberapa prosen sekolah telah memiliki kualitas pelayanan publik, dengan ditandai skor nilai dari setiap jawaban pertanyaan dalam EDS. Yang kemudian terjadi adalah EDS menjadi penolong sekolah agar tahu item-item tertentu yang belum terjawab bisa “dibuatkan” jawabannya. Hal seperti tersebut tadi yang sesungguhnya bernilai semu, namun tidak sedikit yang menempuh itu sekedar suatu predikat Terakreditasi A B+ dll sehingga jika situasi begitu maka sekolah lain yang nilai akreditasinya C atau D seaungguhnya tidak terlalu lebih buruk dari yang A ataupun B.

Pernahkan anda pikirkan jika memang ada pedoman penilaian mengapa tidak memanfaatkan item EDS itu sebagai “PEDOMAN PENYUSUNAN PROGRAM PROGRAM SEKOLAH” .
Bagai mana cara memulainya tentu perlu adanya persamaan persepsi dahulu diantara para komponen sekolah. Perlu semacam rapat dan diskusi yanv membahas tentang 8 standar mutu pendidikan. Diawali dari situ dilanjutkan dengan rrncana penyusunan program sekolah sekaligus merespon akreditasi sekolah yang itemnya trlah ditentukan. Bentuk responnya adalah dengan menyusun item program sekolah didasarkan dari item pertanyaan dalam EDS. Kemudian dibagi kepada masing-masing urusan yang sesuai mulai dari kepala sekolah waka pembina guru pegurus osis penjaga sekolah.
Semua item EDS dibagi habis kedalamnprogram masing-masing urusan . Selanjutnya mereka meencana pelaksanaan anggaran dan siapa yang terlibat dalam kegiatan.
Jika sudah selesai diadakan raoat pembahasan termasuk anggaran yang selanjutnya menjadi dasar RAB sekolah.
Jika bisa dilaksanakan demikian maka niscaya akreditasi A dan sekolah mampu melayani publik dengan memuaskan. Jadilah sekolah faforit. Percayalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: