Akuntansi WARUNG KECIL-KECILAN

Oleh: Suharyanto
Akuntansi oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang rumit dan sulit. Ini berlawanan dengan maksud dan tujuan dari Akuntansi itu sediri, yang bertujuan mempermudah dalam penilaian kinerja warung itu.
Tidaklah mengapa jika dibilabg sulit, ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang… dan bisa itu juga karena terbiasa saja, jadi tidaklah istimewa.
Memang perlu penyerderhanaan pemahaman konsep akuntansinya terlebih dahulu agar mudah diterima. Kita lihat kegiatan warung kecil dan kita kelompokkan kegiatannya menjadi:
1. Keg. Pembelian
2. Keg. Penjualan
3. Keg. Penct Biaya
4. Keg. Penct Prive / pengambilan pribadi.
5. Penghitungan Stok barang akhir.

Jika catatan di atas sudah dilakukan dan dilakukan penjumlahan masing-masing maka cara menghitung Laba-arugi sbb:
Laba kotor = Penjualan-(pembelian-stok akhir).
Laba bersih = Laba kotor- Biaya2
Modal Akhir = Modal Awal+(laba-prive).

1. Keg pembelian,
Selanjutnya kita sebut Transaksi Pembelian. Semua barang yang dijual berasal dari hasil pembelian. Bukti pembelian biasanya berupa nota belanja. Jumlah dari nota itulah yang dikupulkan. Jika dalam satu hari terjadi pebelian 5 kali dari berbagai sumber maka nota dalam satu hari itu dijumlahkan dan hasilnya menjadi data pembelian hari/ tanggal itu.
Apakah sudah difahami sampai di sini? Kita lanjutkan. Jika ada sebagian yang dibeli tunai maka itu dinamakan pembelian tunai. Nota dari pembelian kredit dipisahkan dalam catatan sendiri namanya catatan Hutang yang biasa dibuatkan buku pembatu Hutang. Ini untuk memudahkan kontrol saat akan dilakukan pelunasan.
Catatan bakunya dalam akuntansi atau disebut Jurnal sbb:

D. Pembelian Rp. 2464
K. Kas Rp. 123
K. Hutang Dg Rp. 1234

D=Debit, K=Kredit
Hutang dagang kita buatkan buku khusus untuk mencatat tanggal nama penjual dan besarnya hutang. Sekaligus untuk mencatat besarnya pembayaran yang dilakukan pada saat berikutnya. Jurnal untuk pembayaran hutang sbb:
D. Hutang Dagang Rp. 1234
K. Kas Rp.1234
Jika pembayaran hanya sebagian dari hutangnya maka dituliskan angka sebesar pembayarannya saja. Di sini berarti masih ada sisa atau saldo hutangnya.

2. Penjualan.
Pada kios konvensional penjualan langsung dilayani dan diterima uangnya. Tidak ada pencatatan tentang nama barang apa yang terjual.
Total uang yang diterima selama sehari itu bisa dinamakan Penjualan hari tanggal itu. Tapi ingat jika tidak ada pengambilan uang untuk keperluan si pemilik ( Prive ), jika ada maka sebesar angka prive termasuk hasil jualan hari itu, sedangkan pengambilannya dicatat dalam prive.
Jurnal Prive ;
Prive Tn X Rp. 300
Kas Rp. 300
Jika pengambilan untuk biaya maka jurnalnya :
Biaya xx

Jika ada penjualan yang pembayarannya lain waktu diutang baru dilakukan pencatatan dalam buku khusus kita namakan catatan penjualan kredit.
Dalam catatan itu tertulis nama tanggal besar pengambilan. Sedangkan jika pembeli membayar atau melunasi maka langsung dikurangkan di situ dengan menuliskan tanggal dan besarnya pembayaran.
Jika kita amati berarti dalam penjualan ini memungkinkan terdapat 3 jenis transaksi.

1. Transaksi penjualan tunai
2. Transaksi penjualan Kredit
3. Transaksi penerimaan pelunasan kredit
Jurnalnya :
1. Kas Rp. 25
Penjualan Rp. 25

2. Piutang Dagang Rp. 30
Penjualan Rp. 30

3. Kas Rp.30
Piutang Dagang Rp.30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: