Kerjasama Bisnis

Diskusi: Praktek Kerjasama Mudhorobah May 8, 2013 Berikut ini adalah diskusi kami di grup facebook Tabarru’ Muslimin. Di dalamnya sedikit banyak ada dipaparkan sistem kerjasama mudharabah yang kami jalankan. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika alur diskusi agak panjang. Muhammad Alfikar: Bismillaah Afwan, dikarenakan saya tidak berdomisili di Yogyakarta dan blm mengerti soal bagi-hasil yg syar’i, bisa tidak admin berbagi bagaimana cara bagi-hasil menurut syar’i & tidak riba?? Rencana saya mencari pemilik modal di daerah saya. 1. Misal pengusaha telah selesai mengembalikan modal dgn sistem bagi hasil, apakah dibolehkan pemodal memberikan uang/modalnya kembali (invest) untuk melanjutkan bagi hasilnya yg telah disepakati,tp tanpa batas waktu? 2. Dengan kondisi diatas apakah pemodal dibolehkan mengambil modalnya kembali suatu saat (100%)? Al-Ilmu Yogyakarta: Insya Allah kami menerangkan sebatas ilmu kami: Pertama perlu diketahui bahwa dalam akad mudharobah itu pemilik modal adalah pemilik usaha, jadi pengelola usaha itu pada hakikatnya bekerja kepada si pemilik modal namun mendapatkan ujrah berupa bagi hasil. 1. Sistem yang kami lakukan adalah bahwa pengembalian modal oleh pengelola usaha itu berkonsekuensi pengalihan sebagian modal atau aset usaha itu sehingga muamalahnya menjadi musyarokah (modal itu yang tadinya dimiliki seseorang menjadi dimiliki berserikat antara pengelola dan pemodal pertama) sehingga bagi hasilnya yang itu hak pemilik modal adalah bagian dari para pemilik modal sesuai prosentase penyertaan modalnya. Jika modal sudah dikembalikan semua maka berarti modal usaha itu udah menjadi milik pengelola semuanya, sehingga tidak ada lagi bagi hasil bagi pemodal pertama tadi. kerjasama mereka sudah selesai. Tapi kalo pemodal memberi modal lagi berarti kerjasama dilanjutkan, adapun akad bagi hasilnya itu tergantung kesepakatan mereka, bisa sama bisa juga akad yg baru. Muhammad Alfikar: Yang jadi pertanyaan 1. JIKA suatu saat (setelah modal kembali), ternyata PEMODAL ingin kerjasama kembali dengan memberi modal (invest) dengan alasan tertentu, itu bagaimana? 2. MISAL dalam waktu tertentu jg pemodal ingin putus kerjasama, boleh tidak pemodal mengambil uangnya 100%? Al-Ilmu Yogyakarta: Ana memberi pendahuluan maksud ana agar dipahami dulu mengenai konsep mudharobah antara pemodal dan pengelola secara global, agar lebih mudah memahami penjelasan atas permasalahan yg ditanyakan. Tanggapan ana atas masalah pertama sudah ana singgung di akhir komentar di atas. jadi itu sama saja menjalin kerjasama kembali sebagaimana sebelumnya, urusannya kembali ke masing-masing pihak, tidak ada permasalahan insya Allah. 2. pada status, (dengan kondisi di atas) ini maksudnya apa? Adapun tanggapan ana atas pertanyaan di komentar antum (bentuk pertanyaan agak beda), masalah putusnya kerjasama itu biasa diatur dalam kesepakatan mereka, itu bisa berbagai keadaan, putus karena apa, putus dalam keadaan usaha bgmn, harus ada rincian. Adapun masalah pengambilan uang modalnya 100% tidak boleh serta merta demikian karena muamalah ini bukan utang piutang tapi dalam bentuk modal usaha. Jika utang piutang maka pemberi pinjaman itu berhak menerima 100% uangnya kembali, tanpa ada tambahan apapun (sekalipun atas nama bagi hasil), adapun modal usaha dalam muamalah mudharobah maka harus diperhatikan bahwa seluruh aset usaha itu adalah milik pemodal (trgantung apa saja yg dibeli dari uang modal tsb), sehingga kalo usaha dihentikan maka pemodal tadi mengambil aset usaha yang ada dan tanpa memutlakkan uang kembali (aset itu bisa berupa uang kas tersisa, barang modal, barang dagangan, dll yang itu berasal dari uang modal dia tadi) dan itulah yang menjadi haknya, yang jika itu diuangkan nanti bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari modal dia tadi. Muhammad Alfikar Afwan: “2. Dengan kondisi diatas” itu maksudnya nunjukin ke nomor 1: “Misal pengusaha telah selesai mengembalikan modal dgn sistem bagi hasil, apakah dibolehkan pemodal memberikan uang/modalnya kembali (invest) untuk melanjutkan bagi hasilnya yg telah disepakati,tp tanpa batas waktu?”—> sudah terjawab. Maaf kalau pertanyaannya membingungkan, karena emang blm ngerti. (menurut pemahaman saya) Berarti pemberian modal usaha dalam muamalah mudharobah itu memang 100% PEMODAL tidak memperoleh UNTUNG?misal: Pemodal (A), Pengusaha (B) A memberi modal 10.000.000 kpd B dgn bagi hasil keuntungan A=40%:B=60% dalam 12 bulan kemudian modal 10.000.000 dari A telah kembali dari hasil keuntungan 40% yg diterima A dari B dan muamalah mudharobah SELESAI. Seperti itukah? Al-Ilmu Yogyakarta: Bukan begitu, di atas itu antum hanya menghitung hasil usahanya, padahal masih ada aset usaha. Ilustrasi lebih mudahnya insya Allah ana beri contoh saja. Fulan A sebagai pemodal uang 10 juta untuk usaha jualan martabak manis, adapun fulan B sebagai pengelola usaha yang akan menjalankan usaha (memproduksi dan menjual), dengan uang itu maka dibelikanlah gerobak jualan, peralatan produksi, dan sejumlah bahan baku produksi. Fulan A dan B sepakat bagi hasil 60:40 yaitu 40% untuk pemodal. Misalnya usaha berjalan setiap harinya dengan hasil bersih 200rb (ini udah dipotong biaya produksi dan operasional) maka dari profit ini 80rb utk fulan A sebagai pemodal, lalu 120rb untuk fulan B sebagai pengelola usaha. Setelah berjalan beberapa bulan, qadarullah fulan A butuh uang utk berobat sehingga dia memutuskan mencairkan modalnya, sehingga usaha itu akan dihentikan. Dalam beberapa bulan itu kedua pihak sudah menikmati bagi hasil tadi. Tapi berhubung modal mau ditarik maka seluruh aset usaha yang ada yang berasal dari modal awal itu diuangkan/dicairkan, dan aset usaha itu adalah milik pemodal. Pencairan atau likuidasi aset itu bisa dengan cara dijual, gerobak dan peralatannya yg ada dijual kepada orang yg mau beli, sehingga fulan A bisa mendapatkan uang. setelah itu pembeli perlengkapan tsb berhak entah mau kerjasama lagi dgn fulan B tadi atau dia mau usaha sendiri. menurut ana yg lebih berhak utk ditawarkan membeli itu adalah si fulan B yg mana selama ini mereka telah bekerjasama. tapi jika fulan B ga mau atau ga bisa maka boleh saja ditawarkan ke orang lain. penjualan ini bisa jadi menghasilkan uang lebih besar atau bisa jadi lebih kecil dari modal awal dia tadi. Itu hak dan urusan si fulan A dalam menjual kepada yg mau beli. Misalnya usaha itu ramai maka bisa saja dia menawarkan dgn harga lebih mahal dgn alasan bhwa si pembeli nanti bisa melanjutkan usahanya itu dgn hasil lumayan sesuai harganya. Bisa juga malah lebih rendah dari uang modal dia misalnya karna perlengkapan itu ada yg udah rusak kondisinya. Dengan demikian fulan A setelah sekian bulan dapat bagi hasil tadi, dia juga masih punya harta modal dalam bentuk aset usaha tadi yg itu bisa diuangkan dgn likuidasi tsb. Mudah2an jelas. Wallahu a’lam. Muhammad Alfikar: A memberi modal 10.000.000 kpd B dgn bagi hasil keuntungan A=40%:B=60% dalam 12 bulan kemudian modal 10.000.000 dari A telah kembali dari hasil keuntungan 40% yg diterima A dari B dan muamalah mudharobah SELESAI. Seperti itukah? ————— @Al-Ilmu Yogyakarta————— Bukan begitu, di atas itu antum hanya menghitung hasil usahanya, padahal masih ada aset usaha ————— Dgn kondisi hasil 40% keuntungan usaha telah mencapai MODAL 10jt fulan A yg telah dikembalikan fulan B.Apakah masih mendapatkan hak aset?? ————— @Al-Ilmu Yogyakarta————— Jika modal sudah dikembalikan semua maka berarti modal usaha itu udah menjadi milik pengelola semuanya, sehingga tidak ada lagi bagi hasil bagi pemodal pertama tadi. ————— untuk kondisi kerjasama & bagi hasil putus ditengah jalan ————— @Al-Ilmu Yogyakarta————— “… modal mau ditarik maka seluruh aset usaha yang ada yang berasal dari modal awal itu diuangkan/dicairkan, dan aset usaha itu adalah milik pemodal” ————— ini berarti fulan B terhenti usahanya (fulan B tidak berhak untuk mencegah,kecuali membeli aset tsb). Apakah muamalah mudharobah sudah SELESAI disini dgn mengabaikan uang penjualan aset fulan A >10jt atau 10jt atau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: