Pembuatan Minuman Jamu Ayam

Air Minum
Pemberian air minum pada unggas tidak hanya menghilangkan rasa haus. Air minum dapat pula dimanfaatkan untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh bau kotoran unggas. Penyebab bau kotoran yang menyengat diakibatkan oleh tingginya kadar protein yang diberikan pada pakan, mencapai 22 – 27%.
Ada 3 macam air minum yang dapat diberikan pada ternak unggas seperti ayam, puyuh, itik, dll. Yakni air minum bercampur mikrobakteri, jamu, dan vaksin.

Mikrobakteri
Air minum berisi mikrobakteri sangat berperan dalam mengurangi bahkan menghilangkan bau kotoran unggas yang menyengat. Contoh mikrobakteri adalah EM4 dan Agrobost. Air yang kaya organisme ini diberikan setiap hari.

Jamu
Pemberian jamu sama khasiatnya pada manusia. Sebab bahan yang digunakan memang mirip dengan bahan jamu, yaitu menghangatkan tubuh. Ada kencur, bawang putuh, jahe, laos, dan daun sirih. Jamu yang difermentasikan juga membuat kotoran tidak berbau.

Cara Pembuatan Jamu Fermentasi

Bahan Jamu
Bawang putih 1/2 kg
Kunyit 1/2 kg
Daun sirih
Kencur 1/2 kg
Laos 1/2 kg
Jahe 1/2 kg

Larutan Mikrobiologi
Mikrobakteri 1 ltr
Molase 1 ltr atau 1,5 kg gula

Air
Semua bahan jamu diblender atau dihaluskan. Sedangkan larutan mikrobakteri dan molase dicampurkan dalam satu wadah. Lebih baik lagi bila percampuran dilakukan 1 minggu sebelumnya agar bakteri yang akan mempercepat fermentasi sudah berkembang biak.

Tahapan Membuat Jamu
1. Siapkan bahan jamu berupa: Bawang putih 1/2 kg, kunyit 1/2 kg, daun sirih 30-50 lembar, kencur 1/2 kg, laos 1/2 kg, dan jahe 1/2 kg.
2. Iris dan hancurkan bahan-bahan.

3. Siapkan larutan mikromakteri sebanyak 1 ltr, masukkan dalam 2 ltr air.

4. Siapkan molase sebanyak 1 ltr, campurkan dengan larutan bakteri.

5. Masukkan bahan jamu yang sudah hancur dalam jerigen.

6. Masukkan larutan mikrobakteri dalam drum.

7. Tutup jerigen dengan rapat.

 

Setelah seminggu, larutan disaring sehingga terpisah ampas dengan larutan jamu fermentasi. Larutan itulah yang dimanfaatkan sebagai jamu. Untuk pemakaian jamu tersebut, ambil 10 cc jamu. Masukkan dalam 10 ltr air di ember. Larutan jamu itu dicampurkan ke air minum ternak unggas. Berikan 2 kali seminggu. Bila jamu diberikan pada pagi hari maka larutan mikrobakteri diberikan pada sore hari. Jadi pemberian keduanya tidak bersamaan.

 

Pemakaian bakteri berfungsi:

Mencegah bau tidak sedap dari kotoran unggas

Menekan perkembangan lalat dan serangga

Memperbaiki kesehatan ternak

Mengurangi stress

Menekan jumlah kematian ternak

Kerabang telur menjadi kuat, tidak mudah pecah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: