Diklat 3 bulan di “BLK” lebih kompeten dibanding 3 tahun di SMK ?

Hasrat sekolah di SMK adalah agar siap kerja dengan kompetensi yang tinggi dan memiliki wawasan dasar ilmu umum lainnya. Idealnya di SMK itu peralatan praktiknya setara di BLK.

BLK Sendiri berdiri untuk menjembatani alumni sma atau sederajad bahkan yang hanya lulusan SMP  untuk bisa  masuk ke dunia kerja dengan  bekal ketrampilan yang didapat dari diklat singkat.

Kedua instansi itu ada untuk menggarap masyrakat kuadran ke 4. Mereka miskin dan atau kurang pintar. Diharapkan bisa mandiri dengan bekerja atau wirausaha.

Bagaimana dengan kenyataan di lapangan? Mengapa dari BLK yang hsnya 3 bulan bisa langsung kerja? sedang lulusan smk tertentu belum siap kerja? Pasti ada yang error. Apakah di smk kurang sarana? Kalau begitu sekolah bisa dituntut dong. Karena berani menyelenggarakan smk tanpa jaminan peralatan yang memadai, atau ada yang salah dalam pelaksanaan praktik di sekolah..?

Pernah di beberapa smk diterapkan pembelajaran sistim blok. Nah ini mirip dengan pelaksanaan diklat di BLK , Karena di balai diklat hanya pelajaran teori yang akan diprktikkan saja. Begitu pula pada sistim blok, dalam rentang waktu tertentu hanya berkutat di lab praktik sampai siswa benar- benar kompeten, dan dikelurkanlah sertifikat kompetensi.

Pelajaran adaptif dan normatif diberikan pada semester yang lain disesuaikan dengan urutan logisnya.

Jumlah alat praktik yang tersedia juga menjadi penentu keberhasilan program diklat di sekolah. Hal ini perlu kebijakan penjadwalan praktik.

Sistim blok hanyalah salah satu dari sistim yang lain. Jika sekolah mau, praktik kompetensi bisa dilakukan sore hari dengan pola disesuikan dengan ketersediaan peralatan praktik.

Pendidikan karakter jangan dilupakan maka siswa juga harus mendapatkan kesempatan mengikuti kepramukaan. Tetapi alangkah capeknya ya jika siswa masih harus ikut pramuka?.. Yakinlah anak- anak tidak akan merasa capek karena mereka masih energik. Justru para siswa harus sibuk mengingat kemungkinan tersangkut bahaya jika mereka sibuk kegiatan yang menjerumuskan masa depannya.

Secara simpel kami sampaikan demikian :
Siswa kelas 10 wajib ikut pramuka semua. Pramuka menjadi dasar semua ekstra kurikuler. Materi prmuka dasar Tik akses internet dan bahasa inggris sebagai ketrampilan menjadi materi pokok di sem 1. Sem2 kegitan pramuka mendalami hobi, ada yang musik, Olah raga, PMR, Drama dan film, jurnalistik dll.

Kelas 11 sem 1 kepramukaan dengan materi kompetensi masing-masing jurusan. Semester 2 pramuka dan kompetensi sosial mayarakat dengan program kegiatan bakti sosial diklat masyarakat dan memfasilitasi kegiatan karang taruna atau kelompok remaja masjid dan kerja bakti gotong royong dengan masyarakat.
Kelas 12 prakerin dan persiapan ujian.

Untuk merealisasikan ini semua maka harus sinergi antara kepala sekolah pembina pramuka dan ketua jurusan serta guru terkait humas untuk merumuskan “kurikulumnya”.

Tentu ini baru garis besarnya saja, sehingga masih perlu pembahasan lebih detil dan rinci untuk mewujudkannya.

Selamat hari guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: