Mie Singkong yang Gurih Nikmat

Mie Fenti (Phentil)

Rasanya “Gurih” bikin kangen.
Minggu siang habis ngantar Febi yang mau TERBANGAN terus mampir pasar Jejeran. Bersama Mufid sekalian membeli Sajadah Peci celana Kolor dan Celana panjang. Di dalam pasar pilih pilih di dasarannya pak UMAR, sambil ngobrol sana sini tentang santri yang mondok, akhirnya bias dapat harga special tanpa menawar. Bu ini tolong dikasih harga langsung saja, ini anak pondok begitu kata pak Umar pada Istrinya (sepertinya begitu). Yang semula celana klowor panjang itu dihargai Rp.50.000 menjadi Rp. 35.000 saja. Pesan pak Umar “besuk kalau butuh apa-apa ke sini saja le…” bilang kepada Mufid, yang sudah di sowankan di Ustad H Darman. Yang sekaligus Guru di Aliyah Pleret tempat mufid akan melanjutkan SLA nya.

Pasar bagi saya adalah tempat rekreasi. Saya lihat mie yang bahan dasarnya singkong sedang dinikmati seorang ibu, lalu saya Tanya, “Bu, di mana belinya ” ” Niko ngetan terus ngidul” (itu ke timur terus ke selatan). Saya antri sedikit, bu beli Rp.6.000 bungkus jadi 4. Sibuk membungkusnya sambil menjawab beberapa pertanyaan saya seputar proses dari singkong menjadi Mie yang mirip Phentil untuk Dop Ban sepeda itu.

Kesimpulan yang saya tangkap sebagai berikut.

Singkong diparut, diperas patinya. Pati ditiriskan dan dijemur sampai kering. Tepung kering itu lalu disiram dengan air panas dengan takaran tertentu, lalu dilumatkan sampaihalaus. Masukkan ke dalam pencetak Mie yang seperti giling daging itu tapi besar. Keluar berbentuk mie panjang. Ke dalam air mendidih mie tadi dimasukkan tidak lama sudah mengenyal lalu diangkat dan diangin-anginkan. Bumbu yang dipakai adalah bawang merah digoreng dengan minyak cukup. Bawang putih Vetsin Garam Ketumbar dan Kemiri dihaluskan lalu dimasukkan ke dalam wajan yang sedang goring bawang merah. Aduk sampai harum dan meresap dalam minyak. Minyak itulah yang digunakan untuk melumuri mie yang sudah dingin tadi. Selesailah proses pembuatannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: