Getah Pepaya: Obat Cacing Tradisional

Getah Pepaya: Obat Cacing Tradisional pada Ternak Kambing/Domba

Selasa, 31 Agustus 2010 11:58 | Ditulis oleh Admin Web |  |  | 

Prospek pengembangan usaha ternak  kambing dan domba sangat potensial karena mempunyai beberapa keunggulan diantaranya bentuk tubuhnya kecil, kebutuhan makanan yang lebih sedikit dan kandang yang relatif sederhana dibandingkan dengan ternak besar. Ini berarti investasi modal dan tenaga kerja yang diperlukan relatif tidak besar.


Namun beberapa kendala dapat mempengaruhi percepatan pengembangan, salah satunya kendala penyakit. Penyakit tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi karena menurunnya produktivitas ternak bahkan kematian, namun dapat pula menimbulkan dampak negatif yang lain yaitu menurunnya minat petani peternak untuk mengembangkan usahanya.


Salah satu penyakit yang menyerang kambing/ domba bahkan dapat mengakibatkan kematian adalah penyakit parasit saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi cacing nematoda antara lainHaemonchus contortus, Bunostomum sp, Oesophagostomum .sp, Trychoslrongylus sp dan Trichuris sp. Cacing nematoda yang paling banyak ditemukan terutama adalah Haemonchus contortus. CacingHaemonchus ini paling banyak menimbulkan kerugian ekonomi karena infeksi Haemonchus contortuspada kambing atau domba dapat menyebabkan kematian, menghambat pertumbuhan, menghambat pertambahan berat badan serta menimbulkan gangguan reproduksi.
Iklim tropis di Indonesia sangat menunjang kelangsungan hidup parasit ini serta membantu terjadinya infeksi pada ternak kambing/domba. Untuk menanggulangi, mencegah dan mengobati penyakit tersebut, selain harga obatnya mahal maka perlu beberapa alternatif dengan pemberian obat-obatan tradisional antara lain getah pepaya atau perasan daun pepaya.


Haemonchus contortus merupakan cacing yang hidup didalam abomasum (perut kitab) domba, kambing dan sapi. Cacing tersebut menghisap darah induk semangnya sehingga menimbulkan beberapa efek terhadap induk semangnya antara lain: anemia (kurang darah), kadang-kadang di jumpai kebengkakan pada rahang bawah, gangguan pencernaan, penurunan berat badan dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit lain.

Tanda tanda penyakit
– Anemia (kurang darah).
– Tubuh kurus, kulit kasar dan bulu kusam.
– Kehilangan nafsu makan.
– Diare (mencret).
– Konstipasi (sulit buang air) bila infeksinya berat.
– Di jumpai gumpalan darah di dalam abomasumnya.

 
 


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
Untuk pengendalian dan pencegahan perlu diperhatikan beberapa hal sebagai
berikut:
1. Pemberian ransum/makanan yang berkualitas dan cukup jumlahnya.
2. Menghindari kepadatan dalam kandang.
3. Memisahkan antara ternak muda dan dewasa.
4. Memperhatikan konstruksi dan sanitasi (kebersihan lingkungan)
5. Menghindari tempat -tempat yang becek.
6. Menghindari pengembalaan yang terlalu pagi.
7. Melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara teratur.

PENYADAPAN GETAH PEPAYA DAN PENGGUNAANNYA SEBAGAI OBAT

Selain pencegahan dan pengendalian maka bagi ternak yang menderita cacingan dapat di obati dengan obat cacing. Oleh karena itu untuk mensiasati keadaan tersebut perlu diberikan obat obatan tradisional antara lain getah / daun pepaya. Getah pepaya dapat diperoleh dari hampir seluruh bagian pohon pepaya. Getah dapat diperoleh paling banyak dan paling baik mutunya dari buah pepaya yang masih muda. Getah buah pepaya mengandung papain, Kimo papain A, Kimo papain B, papaya peptidase, pektin, D-galaktase dan L-arabinose.
1. Penyadapan getah pepaya.
•    Buah pepaya muda yang masih menggantung dipohon, ditoreh membujur dengan sedalam 1-5 mm dengan jarak torehan 1 – 2 cm.
•    Waktu penyadapan pukul 06.00-08.00, diulang 4 hari sekali pada buah yang sama.
•    Pada tempat torehan, getah yang keluar ditampung dengan gelas/slat dari plastik yang diikatkan pada buah pepaya dengan selotip.
•    Setiap 100 ml getah yang tertampung ditambah dengan 2 tetes larutan Natrium Bisulfit 30 % untuk mencegah oksidasi.
•    Kemudian Dijemur dibawah sinar matahari atau dioven pada suhu 30 – 60 derajat Celcius sampai kering.
•    Getah yang sudah kering dihaluskan menjadi serbuk.
2. Penggunaan sebagai obat cacing
•    Dosis (takaran) yang diberikan adalah 1,2 gram/ kg BB, setiap minggu 3 kali pemberian.
•    Serbuk getah pepaya di campur dengan air dengan perbandingan 1 : 5 (1 bagian serbuk dan 5 bagian air) diaduk hingga berbentuk suspensi.
•    Suspensi tersebut diminumkan atau diberikan lewat mulut dengan selang langsung kerumen.

Selain getah pepaya yang diambil dari buah pepaya muda, dapat juga perasan daun pepaya dipergunakan sebagai obat cacing tradisional dengan cara sebagai
berikut:
•    Ambil 2 sampai 3 lembar daun pepaya (tidak terlalu muda/tua).
•    Haluskan daun pepaya tersebut, berikan sedikit air matang/bersih kemudian diperas dan diambil airnya.
•    Minumkan pada ternak kambing/domba sebanyak 2 sampai 3 sendok
•    makan atau disesuaikan dengan berat badan ternak, setiap minggu, 3 kali pemberian.

Sumber bacaan : Lembar Informasi Pertanian (Liptan) IP2TP Mataram 
Sumber Foto :http://www.dae.gov.bd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: